KOTA BEKASI — Pembangunan tanggul di sepanjang Kali Bekasi menjadi salah satu langkah pemerintah menanggulangi banjir yang berulang di Kota Bekasi. DBMSDA Kota Bekasi menargetkan enam tanggul berdiri di sejumlah titik, dengan pelaksanaan yang menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliung Cisadane untuk proyek tersebut. Koordinasi itu menghasilkan persetujuan dari pemerintah pusat.
"Kami minta tahun ini tanggul dibangun di Kota Bekasi karena ada beberapa lahannya yang sudah siap. Kami sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliung Cisadane dan sudah disetujui," katanya, Selasa, 22 September 2026.
Enam Titik Tanggul yang Diprioritaskan
Enam tanggul tersebut akan dibangun di sejumlah lokasi yang dinilai rawan banjir. Titik-titik tersebut meliputi Gang Mawar, Bekasi Timur, Teluk Pucung, dan Perumahan Pondok Mitra Lestari, serta beberapa lokasi lain di sepanjang aliran Kali Bekasi.
Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kerawanan banjir dan kesiapan lahan. Beberapa bidang tanah di lokasi yang ditentukan sudah siap dibangun, sehingga bisa dikerjakan lebih dulu.
Pembebasan Lahan dan Anggaran Jadi Kendala Utama
Idi mengungkapkan dua tantangan terbesar dalam pembangunan tanggul, yakni pembebasan lahan dan ketersediaan anggaran. Pembangunan tanggul membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk pengadaan lahan di kawasan padat penduduk.
Karena itu, pelaksanaan proyek dibagi dalam dua tahap. Sebagian tanggul akan dikerjakan tahun ini, sisanya menyusul tahun depan sesuai kesiapan anggaran dan lahan.
KP2C Minta Target Penyelesaian Dipercepat
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman mendukung upaya pemerintah menanggulangi banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi. Menurutnya, penanganan banjir bisa dilakukan lewat pembangunan tanggul, pelebaran sungai, hingga sumur retensi.
KP2C berharap penanganan banjir dapat dipercepat dari target yang telah ditetapkan. Komunitas itu meminta target penyelesaian dimajukan dari 2028 menjadi 2027.
"Kami mendukung setiap langkah atau kebijakan penanggulangan banjir oleh pemerintah. Bahkan kami justru mendesak agar targetnya dipercepat dari tahun 2028 ke 2027," katanya.
Dampak yang Diharapkan bagi Warga
Pembangunan tanggul di sepanjang Kali Bekasi diharapkan mengurangi risiko banjir yang kerap merendam permukiman warga. Kawasan seperti Bekasi Timur dan Teluk Pucung termasuk titik yang berulang kali terdampak saat debit air sungai meningkat.
Selain tanggul, pemerintah diminta menyiapkan langkah pendampingan bagi warga di bantaran sungai. Sosialisasi soal pembebasan lahan dan jadwal konstruksi menjadi bagian yang perlu disiapkan agar proyek berjalan tanpa hambatan.