BANDUNG — Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengukuhkan 6.120 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam Sidang Senat Terbuka. Acara itu dirangkai dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. Ribuan mahasiswa tersebut tersebar di jenjang D3, D4, S1, S2, dan S3.
Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., menyebut capaian itu tidak lepas dari ketatnya persaingan antarperguruan tinggi. Ia menilai penambahan kuota perguruan tinggi negeri (PTN) membuat banyak PTS kehilangan calon mahasiswa.
"Kompetisi antar-perguruan tinggi saat ini sangat luar biasa. Banyak PTS di Indonesia, termasuk di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat, mengalami penurunan (mahasiswa baru) karena kuota PTN selalu ditambah. Namun, alhamdulillah Unjani tetap memiliki peminat yang banyak," ujar Prof. Agus usai acara pengukuhan.
Kualitas Dosen dan Akreditasi Jadi Strategi Utama Unjani
Unjani menempuh sejumlah langkah agar tetap jadi pilihan masyarakat di tengah tekanan persaingan. Prioritas utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen dan tenaga kependidikan.
Penambahan guru besar serta peningkatan status akreditasi kampus dan program studi masuk dalam daftar kerja yang sama. Kurikulum juga dirancang berbasis kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) agar lulusan cepat terserap di dunia kerja.
Smart Military University, Karakter Pembeda Unjani
Selain penguatan akademik, Unjani mengusung identitas Smart Military University. Identitas itu dipakai untuk membentuk karakter mahasiswa agar disiplin, loyal, dan santun.
"Kami menggembleng mereka tidak hanya pada hard skill, tetapi juga soft skill. Karakter ini menjadi pembeda utama Unjani dengan perguruan tinggi lainnya," tegas Rektor.
Beasiswa KIP Kuliah Perdana Menjangkau Kedokteran Gigi dan Teknologi Manufaktur
Pada tahun ajaran ini, Unjani membuka akses Beasiswa KIP Kuliah bagi mahasiswa baru. Beasiswa itu untuk pertama kalinya dibuka pada program studi di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Teknologi Manufaktur.
Pembukaan akses beasiswa tidak menghapus seleksi. Unjani tetap menerapkan penyaringan ketat demi menjaga standar dan kualitas akademik universitas.