Pencarian

Indeks Dolar Naik Hampir 5% dalam Dua Bulan, Harga Barang Impor Terancam Mahal

Kamis, 17 September 2026 • 11:22:31 WIB
Indeks Dolar Naik Hampir 5% dalam Dua Bulan, Harga Barang Impor Terancam Mahal

JAWA BARAT — Indeks dolar Amerika Serikat menanjak dari 99,91 pada 14 Juli 2023 menjadi 104,83 per 6 September 2023, kenaikan hampir 5% hanya dalam waktu kurang dari dua bulan. Penguatan mata uang Paman Sam itu langsung merembet ke biaya impor bahan baku dan barang jadi, yang ujungnya membebani kantong masyarakat serta pelaku usaha di dalam negeri.

Laporan Allianz Indonesia mencatat lonjakan indeks dolar tersebut sebagai sinyal tekanan bagi perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebab, transaksi perdagangan internasional masih dominan memakai mata uang dolar AS. Begitu kurs menguat, harga barang kiriman dari luar negeri otomatis ikut naik.

Barang Impor Elektronik hingga Kendaraan Jadi Lebih Mahal

Kelompok barang yang paling cepat terkena imbas adalah elektronik, kendaraan, dan bahan baku industri. Importir harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendatangkan barang yang sama dibanding periode sebelumnya.

Biaya tambahan itu tidak berhenti di pelabuhan. Rantai distribusi meneruskan kenaikan ke harga jual di toko dan dealer, sehingga konsumen akhir yang menanggung selisihnya.

Perusahaan dengan Bahan Baku Impor Paling Rentan

Banyak pabrik di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor dalam proses produksinya. Ketika ongkos mendatangkan bahan tersebut membengkak, struktur biaya produksi ikut terangkat.

Agar margin keuntungan tidak tergerus, perusahaan biasanya menaikkan harga jual produk. Langkah itu berisiko memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat karena harga berbagai kebutuhan pokok jadi lebih tinggi.

Sisi Lain: Eksportir dan Sektor Pariwisata Justru Untung

Penguatan dolar tidak selalu jadi kabar buruk. Eksportir menikmati pendapatan lebih besar ketika hasil penjualan dalam dolar AS dikonversikan ke rupiah.

Sektor pariwisata juga kebagian berkah. Wisatawan asing punya daya beli lebih tinggi saat berbelanja atau berwisata di Indonesia, karena nilai tukar mata uang mereka menguat terhadap rupiah.

Yang Perlu Diwaspadai ke Depan

Pemerintah menghadapi tugas menjaga kestabilan nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Tanpa langkah itu, dampak penguatan dolar terhadap harga barang dan biaya hidup berpotensi makin dalam.

Di tingkat rumah tangga, pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati menjadi kunci menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Masyarakat perlu memprioritaskan belanja kebutuhan pokok dan menghindari utang konsumtif saat harga barang sedang naik.

Follow www.bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kompasiana.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks