CIANJUR — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memastikan seluruh jalur pendakian Gunung Gede dan Pangrango belum dibuka hingga kini. Keputusan perpanjangan penutupan tertuang dalam Surat Edaran Kepala BBTNGGP Nomor SE.21/2026 dan berlaku sejak 1 September 2026 tanpa tanggal akhir yang ditetapkan.
Penutupan diperpanjang setelah kebakaran melanda kawasan Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon. Meski api sudah dipadamkan, pengelola menilai risiko kebakaran masih tinggi selama musim kemarau berlangsung.
Mengapa Penutupan Tidak Ditetapkan Sampai Tanggal Tertentu?
Musim kemarau membuat rumput dan pepohonan di kawasan taman nasional, terutama di sekitar puncak dan kawah, mengering. Kondisi itu membuat vegetasi lebih mudah terbakar.
BBTNGGP menyebut potensi kebakaran bisa muncul dari faktor alam maupun aktivitas manusia. Karena itu, pembukaan kembali tidak diikat pada tanggal tertentu, melainkan menunggu kondisi yang dinilai benar-benar aman.
Penutupan juga dimaksudkan mendukung pemulihan ekosistem pascakebakaran. Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon merupakan titik yang berada pada jalur sekaligus tujuan pendakian Gunung Gede.
Petugas Ditempatkan di Jalur dan Pintu Masuk
Petugas disiagakan di jalur serta pintu masuk pendakian untuk mencegah pendakian ilegal selama masa penutupan. BBTNGGP turut melibatkan masyarakat di sekitar kaki gunung dalam pengawasan dan pelaporan.
Warga diminta melaporkan apabila menemukan orang yang tetap memaksakan naik. Pendaki yang melanggar dapat dikenai sanksi administratif hingga larangan mendaki di kawasan taman nasional.
Pendaki Bisa Ajukan Refund atau Jadwal Ulang
Calon pendaki yang sudah memesan jadwal sejak 1 September dapat mengajukan pengembalian biaya atau mengatur ulang jadwal. Pengajuan refund dilakukan melalui nomor WhatsApp resmi pengelola.
Penjadwalan ulang dapat dilakukan lewat sistem perizinan pendakian TNGGP. BBTNGGP mengimbau calon pendaki tidak menjadikan informasi dari kanal tidak resmi sebagai dasar untuk berangkat.
Status pendakian Gunung Gede Pangrango bersifat dinamis. Pembukaan kembali hanya mengacu pada pengumuman resmi BBTNGGP.
Wisata Nonpendakian Diperiksa Terpisah
Penutupan mencakup aktivitas pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango dalam kawasan taman nasional. Informasi soal kegiatan wisata nonpendakian perlu diperiksa terpisah karena tidak otomatis memiliki status operasional yang sama dengan jalur pendakian.
Belum adanya tanggal pembukaan dalam surat edaran terakhir membuat calon pendaki yang merencanakan perjalanan pada akhir pekan 19–20 September diminta menunda pendakian. Perkembangan terbaru dapat diikuti melalui kanal resmi TNGGP.