Pencarian

Menteri Wihaji Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Dua Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu, Diwujudkan Jadi Rumah

Jumat, 18 September 2026 • 08:46:32 WIB
Menteri Wihaji Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Dua Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu, Diwujudkan Jadi Rumah

INDRAMAYU — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bantuan bagi dua Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Indramayu tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Nilai bantuan masing-masing Rp50 juta itu akan diwujudkan menjadi rumah yang pengerjaannya dilakukan tim dari Kementerian bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Penyaluran bantuan berlangsung melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dengan BRI berperan sebagai orang tua asuh. Wihaji menyampaikan hal itu usai mengunjungi rumah dua keluarga penerima bantuan di Indramayu, Kamis, 17 September 2026.

Syarat Penerima: Keluarga Berisiko Stunting dengan Anak Baduta

Kedua keluarga penerima masuk kategori KRS dan memiliki anak bawah dua tahun (baduta) yang berada dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode itu dinilai kritis untuk pencegahan stunting.

"Dua tadi ada KRS, Keluarga Berisiko Stunting, yang kebetulan punya anak 1.000 hari pertama kehidupan atau baduta. Tadi punya anak baduta, ini juga punya anak baduta," kata Wihaji di Indramayu.

Wihaji menegaskan status KRS menjadi salah satu syarat utama penerima bantuan. BRI kemudian masuk sebagai orang tua asuh yang menyalurkan dukungan melalui GENTING.

"Karena itu, salah satu syarat dari bantuan kita adalah termasuk KRS dan dibantu oleh BRI. Karena apa, BRI adalah orang tua asuh kita," ujar Wihaji.

Air, MCK, Dapur, dan Tempat Tidur Belum Layak

Saat meninjau salah satu rumah penerima, Wihaji menemukan sejumlah kebutuhan dasar yang masih perlu dibantu. Kondisi tersebut meliputi kebutuhan air, mandi cuci kakus (MCK), dapur, dan tempat tidur.

"Antara kebutuhan air, antara MCK, kemudian dapur, itu menyatu. Kemudian tempat tidurnya juga perlu dibantu," ucap Wihaji.

Temuan itu menjadi dasar penyaluran bantuan diwujudkan dalam bentuk rumah, bukan uang tunai. Wihaji menerangkan pengerjaan dilakukan tim dari Kementerian bersama BRI.

"Bentuknya tidak uang, tapi nanti langsung jadi rumah. Ada timnya yang dari kita bersama BRI," kata Wihaji.

GENTING Dijalankan Lewat Kerja Sama Pentahelix

Wihaji menyebut keluarga dengan kondisi serupa masih banyak dan membutuhkan bantuan. Program GENTING dijalankan melalui kerja sama pentahelix dengan berbagai pemangku kepentingan.

Skema orang tua asuh memungkinkan pihak lain, termasuk perbankan, ikut menanggung kebutuhan keluarga berisiko stunting. Dua keluarga di Indramayu menjadi penerima bantuan pada tahap ini.

Follow www.bandungline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks