Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Jawa Barat, mengkaji mekanisme penyetoran retribusi parkir menggunakan QRIS dari juru parkir ke kas daerah. Kajian ini muncul setelah jumlah kolektor parkir berkurang karena sebagian pegawai memasuki masa pensiun. Kepala Dishub Kota Cirebon Gunawan menegaskan QRIS tidak ditujukan untuk menggantikan pembayaran parkir oleh masyarakat.
CIREBON — Dishub Kota Cirebon menegaskan bahwa QRIS yang sedang dikaji bukan untuk pembayaran parkir oleh masyarakat, melainkan untuk mekanisme setoran dari juru parkir ke kas daerah. Kepala Dishub Kota Cirebon Gunawan menyebut kajian ini muncul karena jumlah kolektor parkir berkurang akibat sebagian pegawai pensiun.
"Yang sedang kami kaji itu mekanisme penyetoran dari juru parkir ke kas daerah. Jadi QRIS bukan untuk menggantikan pembayaran parkir masyarakat," kata Gunawan di Cirebon, Rabu.
Saat ini Dishub Kota Cirebon mengelola retribusi dari 285 titik kantung parkir dengan sekitar 430 juru parkir. Mekanisme QRIS masih dalam tahap kajian dan penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penghimpunan retribusi di lapangan.
Setoran Retribusi Dipantau Lewat Dashboard Real-Time
Selain mengkaji QRIS, Dishub memantau penerimaan parkir melalui sistem hitung dan lapor. Data penerimaan bisa dilihat melalui dashboard secara real-time.
"Pergerakan penerimaan sekarang bisa kami pantau melalui sistem. Jadi setiap pemasukan dapat terlihat dan kami bisa mengetahui perkembangannya dari waktu ke waktu," ujarnya.
Gunawan menyebut rata-rata penerimaan retribusi parkir saat ini sekitar Rp11,2 juta per hari. Pemantauan terhadap penerimaan dari setiap titik parkir masih terus dilakukan.
Realisasi Retribusi 2025 Capai Rp3,020 Miliar
Realisasi retribusi parkir Kota Cirebon pada 2025 mencapai Rp3,020 miliar atau 65,15 persen dari target Rp4,637 miliar. Sementara hingga September 2026, penerimaan baru mencapai Rp2,496 miliar atau 62,41 persen dari target tahun ini sebesar Rp4 miliar.
"Kalau melihat penerimaan terakhir, rata-rata pendapatan parkir per hari berada di sekitar Rp11,2 juta. Kami masih terus mengoptimalkan potensi yang ada supaya penerimaannya bisa meningkat," katanya.
Mengapa QRIS Jadi Alternatif yang Dikaji
Berkurangnya jumlah kolektor parkir karena pensiun membuat Dishub perlu mencari alternatif mekanisme penyetoran. QRIS dinilai bisa menjadi opsi agar setoran dari 430 juru parkir tetap masuk ke kas daerah tanpa bergantung pada kolektor manual.
Penerapan QRIS masih menunggu hasil kajian. Dishub belum menetapkan jadwal pasti kapan sistem ini akan diberlakukan di 285 titik kantung parkir yang ada.