KAI Daop 1 Catat 1,12 Juta Penumpang KA Bogor-Sukabumi Januari-Agustus 2026, Naik 6 Persen

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 24 September 2026 | 11:16:01 WIB
Penumpang menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor Paledang, Jawa Barat.

KARAWANG — Pertumbuhan penumpang kereta api di koridor Bogor-Sukabumi tidak main-main. KAI Daop 1 Jakarta mencatat tambahan sekitar 63.725 pelanggan dibanding periode yang sama tahun lalu, angka yang menunjukkan kepercayaan masyarakat pada moda ini terus menguat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyebut lonjakan itu sebagai sinyal bahwa kereta api sudah jadi bagian penting mobilitas warga.

"Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, terdapat lebih dari 1,12 juta pelanggan yang berangkat dari stasiun-stasiun tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api terus menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bogor hingga Sukabumi," katanya, Rabu (23/9).

Stasiun Sukabumi Jadi Penyumbang Terbesar

Dari sepuluh stasiun di lintasan tersebut, Stasiun Sukabumi mencatat volume keberangkatan tertinggi dengan 555.131 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026. Angka itu naik sekitar 7 persen dari periode yang sama 2025 sebanyak 518.828 pelanggan.

Stasiun Bogor Paledang menyusul dengan 365.149 pelanggan. Berikutnya Stasiun Cibadak 58.694 pelanggan, Cisaat 55.298 pelanggan, dan Parungkuda 31.886 pelanggan.

Adapun stasiun lain mencatat volume lebih kecil: Cicurug 27.493 pelanggan, Cigombong 10.788 pelanggan, Karangtengah 9.938 pelanggan, Maseng 2.973 pelanggan, dan Batutulis 645 pelanggan.

Tiga Stasiun Kecil Tumbuh Dua Digit

Pertumbuhan paling signifikan justru datang dari stasiun dengan volume penumpang lebih kecil. Stasiun Cigombong melonjak 10,5 persen, dari 9.763 menjadi 10.788 pelanggan.

Stasiun Cicurug tumbuh 10 persen dari 24.983 menjadi 27.493 pelanggan. Sementara Stasiun Cisaat naik 5,1 persen dari 52.611 menjadi 55.298 pelanggan.

Kereta Pangrango yang berangkat dari Stasiun Bogor Paledang juga mencatat kenaikan. Secara gabungan, penumpangnya mencapai 367.709 orang, naik sekitar 6,9 persen dari 344.124 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Konektivitas Antarwilayah Jadi Kunci

Franoto menilai setiap stasiun punya peran sebagai simpul mobilitas warga. Akses yang mudah memungkinkan orang bepergian untuk bekerja, sekolah, berdagang, hingga berwisata.

"Setiap stasiun memiliki perannya masing-masing sebagai simpul mobilitas masyarakat. Dengan akses transportasi yang semakin mudah, masyarakat dapat melakukan perjalanan untuk bekerja, sekolah, berdagang, berwisata maupun berbagai aktivitas produktif lainnya secara lebih efektif," ujarnya.

Keberadaan stasiun di sepanjang lintasan Bogor-Sukabumi? memudahkan warga menjangkau pusat kegiatan, mulai dari kawasan ekonomi, pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga destinasi wisata.

KAI Janji Evaluasi Layanan

KAI Daop 1 Jakarta menyatakan terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan di stasiun maupun selama perjalanan. Prioritasnya: keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan pelanggan.

"KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mampu menghubungkan masyarakat dan wilayah. Kami berharap keberadaan kereta api dapat terus memberikan kontribusi terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan pariwisata, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan Bogor dan Sukabumi," tutup Franoto.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: radarkarawang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top