JAKARTA — PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) memulihkan frekuensi perjalanan harian dari sebelumnya 1.061 menjadi 1.065 perjalanan di seluruh lintas Jabodetabek. Penambahan empat perjalanan difokuskan pada lintas Bogor yang kini melayani 392 perjalanan setiap hari, naik dari jumlah yang sebelumnya dilakukan penyesuaian.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyatakan penambahan jadwal itu untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut penumpang di lintas Bogor.
"Mulai Senin ini KAI Commuter kembali menambah 4 perjalanan untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor menjadi 392 perjalanan yang sebelumnya dilakukan penyesuaian," kata Karina kepada RRI.co.id Senin, 21 September 2026.
Stasiun Bogor mencatatkan volume penumpang keberangkatan tertinggi dengan melayani 13.251 orang pada pagi hari. Kepadatan mobilitas juga terlihat di Stasiun Citayam yang memberangkatkan 12.115 penumpang kereta listrik.
Aktivitas pergerakan warga di Stasiun Bojonggede mencapai 11.220 orang, sementara Stasiun Bekasi melayani 11.248 orang. Stasiun Sudimara turut mencatatkan 5.681 penumpang.
Secara keseluruhan, situasi seluruh stasiun terpantau lancar dan kondusif dengan total 184.929 penumpang terlayani pada pagi hari.
Penambahan jadwal rute Bogor diimbangi dengan penerapan rekayasa pola operasi sarana. Manajemen mengalihkan dua rangkaian armada kereta bandara untuk memperkuat ketersediaan layanan pada lintas Tanjung Priok.
"Hari ini untuk layanan perjalanan Commuter Line Bandara Soetta juga masih dilakukan penyesuaian, dengan melayani perjalanan sementara sebanyak 52 perjalanan tiap harinya," ujar Karina.
Pemulihan jadwal perjalanan diberlakukan setelah satu rangkaian kereta seri CLI 225 selesai menjalani proses perawatan. Frekuensi perjalanan harian sempat dibatasi hanya 1.061 perjalanan terhitung sejak 10 September 2026.
KAI Commuter terus mengevaluasi penyesuaian operasional harian imbas pemeliharaan intensif unit Kereta Rel Listrik (KRL). Operator perkeretaapian itu menekankan keseimbangan antara ketersediaan sarana dan jadwal layanan pada seluruh lintas Jabodetabek.