NFC 2026 di Solo Jadi Ajang Replanning AIESEC, Unpad Raih 3 Nominasi

Penulis: Eri Subagio  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:06:01 WIB

JAWA BARAT — National Functional Conference (NFC) 2026 AIESEC in Indonesia digelar di Al Azhar Azhima Hotel Resort & Convention, Solo, 23-26 Juli 2026. Konferensi tahunan ini mempertemukan para Executive Board dari seluruh Local Committee di Indonesia untuk menyelaraskan arah dan menyusun strategi semester berikutnya. AIESEC in Unpad hadir sebagai salah satu delegasi dengan raihan 3 nominasi NFC Award 2026.

Agenda utama konferensi adalah replanning atau penyusunan ulang strategi organisasi untuk semester berikutnya. Setiap Local Committee menyelaraskan arah kerja, menetapkan target, dan mempersiapkan langkah eksekusi setelah periode kepengurusan baru terbentuk.

Delegasi Unpad dan Peran LC Representative

Dewi Ghalia Al Jannah, mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran angkatan 2023, hadir sebagai delegasi sekaligus LC Representative. Ia kini menjabat sebagai Local Committee President (LCP) AIESEC in Unpad periode 26.27.

Hampir seluruh Vice President AIESEC in Unpad turut hadir mendampingi dalam konferensi ini. Kehadiran tim lengkap tersebut membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran yang lebih solid antaranggota.

Rangkaian Acara dan Sesi Pembelajaran

Materi dari para Chair yang berpengalaman menjadi salah satu sesi yang paling berkesan bagi delegasi. Ada pula sesi penutup reflektif bersama Kak Anju yang menyentuh sisi emosional peserta.

Agenda Global Village menjadi momen paling meriah. Setiap Local Committee menampilkan booth yang memperlihatkan keunikan budaya daerah masing-masing. Booth AIESEC in Unpad berhasil masuk nominasi Best Booth.

Raihan 3 Nominasi NFC Award 2026

AIESEC in Unpad membawa pulang 3 nominasi pada NFC Award 2026. Capaian tersebut menjadi pemicu semangat tim untuk melangkah lebih jauh di semester kedua.

Bagi Ghalia, NFC selalu memiliki tempat istimewa. Pengalaman tahun ini terasa lengkap karena didampingi tim yang solid dan sesi-sesi yang memberi pelajaran berharga.

Makna Kepemimpinan bagi Ghalia

Dinamika selama konferensi memperkuat pandangan Ghalia soal esensi kepemimpinan di AIESEC. Ia menyebut organisasi ini sebagai ruang tumbuh melalui proses yang nyata.

"AIESEC is where you break, rebuild, and begin again-stronger. AIESEC will challenge you, humble you, and grow you," ungkap Ghalia.

Tantangan dan kesulitan selama masa kepemimpinan justru menjadi fondasi pembentukan karakter seorang pemimpin. Ghalia menilai proses itu tidak bisa dilewati begitu saja.

Visi Jatinangor hingga Jaringan Internasional

Sebagai President, Ghalia memegang visi yang disusun sejak masa pencalonan: menjadikan AIESEC in Unpad sebagai wadah kepemimpinan terdepan bagi generasi muda di Jatinangor melalui program pertukaran (exchange).

Ia ingin AIESEC in Unpad dikenal positif di lingkungan kampus, Jatinangor, dan jaringan kepemudaan. Tujuannya agar anggota bisa menemukan serta merealisasikan tujuan hidup mereka.

Sepulang dari NFC 2026, jangkauan visi itu meluas. Dampak yang ingin dihadirkan tidak berhenti di Jatinangor, tetapi juga mencakup mitra internasional dan jaringan global yang bekerja sama dengan AIESEC in Unpad.

Legacy untuk Kepengurusan Berikutnya

Menjelang akhir masa kepengurusan, Ghalia berharap meninggalkan warisan berharga bagi kepemimpinan berikutnya. Ia ingin penerusnya mengambil hal baik yang sudah dibangun dan memperbaiki yang masih kurang.

Doa terbaik ia haturkan agar para penerus mampu mencapai keberhasilan lebih besar tanpa melewati kesulitan berlebihan.

Tentang AIESEC

AIESEC adalah organisasi kepemudaan internasional yang independen, non-politik, dan non-profit, dikelola sepenuhnya oleh anak muda. Didirikan pada 1948, AIESEC kini hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah.

Fokus utamanya adalah pengembangan kepemimpinan pemuda melalui pengalaman lintas budaya, proyek sosial, dan program pengembangan diri. Informasi lebih lanjut soal AIESEC in Unpad bisa menghubungi Adiva Raissa Nabila, Team Leader of Outreach, bagian External Relations AIESEC in Unpad.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: kompasiana.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top