SUKABUMI — Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi, Fery Munggaran, menyebut SADA Jabar sebagai langkah penting menyatukan data yang selama ini dikelola sendiri-sendiri oleh tiap OPD. Menurutnya, integrasi itu memudahkan pemerintah daerah membaca kondisi warga secara menyeluruh sebelum menentukan bentuk intervensi.
"Kami di Kota Sukabumi sangat mendukung. Selama ini OPD sering berjalan sendiri-sendiri. Dengan SADA Jabar, data pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ketenagakerjaan sampai data disabilitas bisa dilihat terpadu dalam satu dashboard," kata Fery kepada Radar Sukabumi, Senin (14/9).
Selama ini, setiap OPD mengelola basis data sendiri. Akibatnya, warga yang sama bisa tercatat sebagai penerima lebih dari satu program, sementara warga lain yang berhak justru luput dari pendataan.
Fery menilai integrasi data menjadi kunci memutus persoalan tersebut. "Ini akan sangat membantu kami mencegah tumpang tindih program dan memastikan bantuan sampai ke sasaran yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.
Sejumlah fitur SADA Jabar dinilai relevan memperkuat tata kelola data sampai tingkat kewilayahan. Fitur itu mencakup Multi-Level User, Surat Penugasan Digital, serta Verifikasi Validasi dua tingkat.
"Alurnya jelas, dari pengusulan sampai persetujuan. Datanya jadi lebih tertib dan akuntabel," tambah Fery.
Statistisi Ahli Muda Kota Sukabumi, Zulkarnain, menjelaskan SADA Jabar dibangun dengan prinsip 5F: Faster, Cheaper, Easier, Better, dan Safer. Pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan.
Penggunaan satu aplikasi dinilai lebih efisien dalam pengelolaan sistem, sementara tampilannya dirancang agar mudah diakses lewat telepon seluler. Dari sisi keamanan, SADA Jabar telah mengantongi sertifikat ISO 27001:2022 serta lulus TSA BSSN.
Zulkarnain menyebut keunggulan lain SADA Jabar ada pada rekomendasi berbasis AI. Sistem dapat otomatis memberikan usulan intervensi berdasarkan empat indikator dan data keluarga.
"Keunggulan lainnya ada pada rekomendasi berbasis AI. Sistem bisa otomatis memberikan usulan intervensi berdasarkan empat indikator dan data keluarga. Ini akan sangat membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis bukti," jelas Zulkarnain.
Keberadaan SADA Jabar tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan penyajian data. Platform itu dinilai dapat menjadi instrumen memperkuat koordinasi antarsektor dalam merancang kebijakan pembangunan.
"Dengan integrasi data sektoral, kewilayahan dan sosial ekonomi, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih cepat mengidentifikasi persoalan masyarakat, menentukan program, memantau pelaksanaannya hingga mengevaluasi hasil intervensi," pungkas Zulkarnain.