BANDUNG — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menerima kunjungan NPCI Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, di Kolam Renang Saraga, Kota Bandung, Rabu (16/9/2026). Rombongan tamu membawa 25 atlet serta 15 pengurus dan pelatih, total 40 orang.
Kunjungan berlangsung sebagai ajang silaturahmi sekaligus uji coba di empat cabang olahraga: goalball, atletik, renang, dan boling. Bagi tuan rumah, agenda ini dipakai mengukur kesiapan atlet sebelum Peparda VII Jawa Barat 2026.
Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan menyebut uji coba ini sebagai kesempatan kedua daerah bertukar pengalaman dan mengukur kekuatan masing-masing. Ia menyampaikan itu saat meninjau langsung Kolam Renang Saraga.
"Kemarin kami terima, dari pengurusnya itu ada 15 pengurus dan 25 atlet. Total dari mereka itu ada 40, dan mereka itu pengen uji coba itu di empat cabor," kata Yadi.
Pada cabor goalball, atlet putri Muara Enim tampil menonjol. Yadi mendapat laporan bahwa sejumlah atlet tamu merupakan penghuni pelatnas.
"Tadi juga saya dapat laporan, di goalball itu ternyata mereka bagus di perempuan. Saya dapat kabar dari atlet, katanya mereka itu atlet Platnas semua, kita kalah tipis putri sudah lumayan ya. Tapi untuk putranya kita luar biasa, bagus," ungkapnya.
Uji coba ini menjadi bagian persiapan Kota Bandung menghadapi Peparda VII Jawa Barat 2026 yang berlangsung November mendatang. Yadi menyebut pihaknya juga tengah menjalani try in sebagai bagian dari persiapan tersebut.
"Terus ya kita juga kebetulan mereka pas ke sini, kita juga ada persiapan untuk mengikuti Peparda. Dan di kita itu ada try in juga. Nah, jadi kita menyambut mereka itu dengan kita juga try in gitu," ujarnya.
Dari pemaparan kedua pihak, Yadi menilai kondisi pembinaan atlet Kota Bandung relatif lebih siap dibanding Muara Enim. Ia menyampaikan hal itu sebagai bahan evaluasi internal.
"Mereka juga memaparkan bahwa mereka itu di kondisi di sana itu seperti apa, dan kita sharing ya, kondisi kita itu seperti apa. Kalau melihat dari pemaparan dari mereka, ya Kota Bandung Alhamdulillah lah, lebih lah dari mereka gitu kan dalam segala hal. Kita syukuri gitu kan," ucapnya.
Ia berharap rangkaian uji coba ini memberi gambaran nyata soal kekuatan atlet Kota Bandung. Menurutnya, kehadiran atlet pelatnas di kubu Muara Enim, termasuk di cabor renang, menjadi ujian tersendiri.
"Sekarang juga katanya ada juga di renang ini, nanti ada atlet Platnas juga. Kita lihat saja sejauh mana persiapan kita dengan adanya lawan dari Sumatra Selatan ini. Ya, mudah-mudahan kita juga dapat mengukurlah kekuatan kita seperti apa," jelasnya.
Manajer Cabor Renang NPCI Kota Bandung Edy Ali Suryanto menilai kunjungan Muara Enim bermanfaat sebagai tolak ukur kesiapan timnya. Ia menyebut agenda ini juga menjadi ajang berbagi gambaran kekuatan antar daerah.
"Saya pikir ini momen yang sangat bagus, karena di samping bisa kita jadikan sharing terhadap gambaran kekuatan, kita juga bisa jadikan sebagai tolak ukur sejauh mana Kota Bandung mempersiapkan untuk menyambut dan melaksanakan Peparda," katanya.
Edy memastikan Kota Bandung tidak akan menurunkan tim seadanya meski laga berstatus uji coba. Ia menyebut atlet terbaik akan ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.
"Insya Allah full. Karena kita juga tidak mau mengecewakan tamu. Jadi harus kita sambut dengan maksimal," pungkasnya.
Edy juga menyampaikan terima kasih kepada media yang dinilainya setia mengawal perjalanan persiapan Peparda di berbagai venue cabor.
"Dan saya juga mengucapkan terima kasih, sangat mengucapkan terima kasih kepada media yang telah setia mengawal perjalanan dari berbagai macam venue cabor untuk pelaksanaan proses persiapan Peparda," ungkapnya.