BEKASI — Majelis Taklim Darul Fatimatuzzahrah mencatat antusiasme jemaah jauh melampaui perkiraan. Sejak sebelum Subuh, warga sudah berdatangan ke area stadion kebanggaan Kota Bekasi itu, padahal rangkaian acara baru dimulai pukul 07.00 WIB.
Puncak acara menghadirkan Ustadzah Halimah Alaydrus sebagai penceramah utama. Tema "Jejak Cinta Sang Baginda" dipilih untuk mengajak jemaah perempuan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Perjuangan jemaah menjadi bagian tersendiri dalam peringatan Maulid kali ini. Ita, jemaah asal Bogor, sengaja berangkat sebelum Subuh agar bisa duduk di posisi strategis dan menyaksikan ceramah secara langsung.
Anggota panitia dari Majelis Taklim Darul Fatimatuzzahrah, Siti, menyebut kehadiran jemaah sudah terlihat sejak dini hari. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur acara Maulid ini dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme jamaah luar biasa, ada yang datang sejak tengah malam, bahkan sebelum Subuh sudah berdatangan, padahal acara baru dimulai pukul 07.00 pagi," ujar Siti usai acara.
Bagi sebagian jemaah, perjalanan ke Bekasi tidak berjalan mulus. Juju, pengunjung asal Depok, sempat tertahan karena layanan Commuter Line terhenti akibat dampak gempa bumi yang terjadi pagi hari.
"Walaupun sempat ada kendala di perjalanan karena Commuter terhenti, saya tetap berusaha datang dan akhirnya melanjutkan dengan GrabCar. Sayang kalau sampai terlambat karena ingin mengikuti acara Maulid ini dari awal," kata Juju.
Dalam ceramahnya, Ustadzah Halimah Alaydrus mengajak seluruh jemaah wanita meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Pesan kebaikan itu ditekankan agar umat Islam senantiasa menjaga kebersihan hati serta kasih sayang antarsesama.
Rangkaian acara berlangsung tertib meski jumlah jemaah membeludak. Panitia menyebut pelaksanaan tahun ini menjadi salah satu yang paling padat dalam beberapa kegiatan majelis di Kota Bekasi.
Peringatan Maulid bertema "Jejak Cinta Sang Baginda" ini menutup rangkaian kegiatan keagamaan Majelis Taklim Darul Fatimatuzzahrah. Jemaah yang hadir berharap majelis serupa bisa digelar rutin dengan kapasitas tempat yang lebih luas.